https://www.kampungadat.com/2026/02/filosofi-logo-sanggar-cerita-kampung-treteg.html
Filosofi Logo Sanggar Cerita Kampung Treteg


Dua Penari Topeng Jabung

Melambangkan identitas budaya lokal yang menjadi napas utama sanggar. Gerak tari yang dinamis menggambarkan proses belajar, berlatih, dan saling berbagi pengetahuan antargenerasi sebagai upaya pelestarian seni tradisi.


Jembatan Bambu (Treteg)

Menjadi simbol asal-usul nama Kampung Treteg. Jembatan bambu merepresentasikan penghubung kehidupan, kebersamaan masyarakat, serta jalur penting bagi aktivitas sosial dan perekonomian yang telah berlangsung puluhan tahun. Ini juga dimaknai sebagai jembatan pengetahuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.


Air Mengalir di Bawah Jembatan

Melambangkan kehidupan yang terus berjalan, kesinambungan nilai, serta proses regenerasi budaya yang tidak pernah terputus.


Gunung dan Matahari Terbit

Gunung mencerminkan kampung sebagai akar dan pijakan nilai-nilai lokal, sementara matahari terbit melambangkan harapan, semangat baru, dan masa depan generasi penerus pendidikan dan kebudayaan.


Ornamen Tradisional

Menggambarkan kekayaan budaya Nusantara, kearifan lokal, serta keindahan yang tumbuh dari kampung dan masyarakatnya.


Tipografi “SanggarCerita Kampung Treteg”

Huruf yang tegas namun hangat mencerminkan sanggar sebagai ruang cerita, ruang belajar, dan ruang kebersamaan yang terbuka, inklusif, dan berakar kuat pada nilai tradisi.

Akhir pekan ini, ajak keluarga menikmati kesegaran alam di Coban Jahe Malang, salah satu air terjun di Malang yang paling populer dan menyegarkan. Air Terjun Coban Jahe menawarkan keindahan aliran air yang jatuh dari tebing setinggi sekitar 45 meter, dikelilingi tanaman hijau rimbun yang menciptakan suasana sejuk, asri, dan alami. Di bawahnya terdapat kolam alami yang jernih, aman, dan cocok untuk bermain air bersama keluarga.

https://www.kampungadat.com/2026/01/wisata-coban-jahe-malang-air-terjun-favorit-keluarga.html
Coban Jahe

Dalam bahasa Indonesia, kata “coban” berarti air terjun, sehingga Wisata Coban Jahe menjadi bagian dari kekayaan wisata alam Malang yang terkenal hingga luar daerah. Daya tarik utamanya terletak pada perpaduan lumut hijau, bebatuan alami, dan derasnya aliran air terjun. Saat cahaya matahari menyentuh percikan air, sering muncul pelangi indah yang menjadi momen favorit wisatawan dan pecinta fotografi.

๐Ÿ“ Lokasi wisata Coban Jahe Malang berada di Dusun Begawan, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 23 km dari Kota Malang dan dapat ditempuh dengan mudah menggunakan sepeda, sepeda motor, hingga mobil keluarga. Akses yang cukup baik menjadikan tempat ini cocok sebagai destinasi wisata keluarga Malang.

https://www.kampungadat.com/2026/01/wisata-coban-jahe-malang-air-terjun-favorit-keluarga.html

Sebagai salah satu tempat wisata alam di Malang, Coban Jahe terus dikembangkan dengan fasilitas pendukung yang lengkap, seperti:

  • Area parkir luas
  • Kamar mandi umum
  • Kamar ganti
  • Warung makan
  • Area istirahat pengunjung

Menariknya, harga tiket masuk Coban Jahe sangat terjangkau, sehingga cocok sebagai pilihan wisata murah di Malang yang tetap menawarkan keindahan alam luar biasa. Dengan pemandangan alami, fasilitas memadai, serta suasana yang tenang, Wisata Air Terjun Coban Jahe Malang menjadi destinasi ideal untuk liburan keluarga Malang dan pecinta wisata alam Jawa Timur.

https://www.kampungadat.com/2026/01/wisata-coban-jahe-malang-air-terjun-favorit-keluarga.html

๐Ÿ”‘ Keyword SEO Utama (Primary Keywords)

  • Coban Jahe Malang
  • Air Terjun Coban Jahe
  • Wisata Coban Jahe
  • Wisata Alam Malang
  • Air Terjun di Malang
  • Wisata Air Terjun Malang
๐Ÿ”‘ Keyword SEO Pendukung (Secondary Keywords)
  • Wisata Jabung Malang
  • Wisata Pandansari Lor
  • Wisata Kabupaten Malang
  • Tempat wisata alam di Malang
  • Wisata keluarga Malang
  • Destinasi wisata alam Malang
  • Tempat wisata murah di Malang
  • Air terjun alami Malang
  • Liburan keluarga Malang
  • Wisata alam Jawa Timur

Desa Taji merupakan salah satu desa yang terletak di ujung Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Secara geografis, desa ini berada di kaki Gunung Lawangan dan Gunung Kukusan pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dengan curah hujan 1.000–2.500 mm per tahun dan kelembaban 60–65%, Desa Taji memiliki iklim sejuk yang sangat mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan.
https://www.kampungadat.com/2025/10/desa-taji-jabung-pusat-hortikultura-dan-kopi-malang.html


Secara administratif, Desa Taji terbagi menjadi dua dusun, yaitu Dusun Krajan dan Dusun Umbutlegi. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani hortikultura, menanam berbagai komoditas sayuran dan tanaman perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi.
Kegiatan pertanian di desa ini dikelola secara berkelompok melalui tiga kelompok tani utama, yakni Kartika 1, Kartika 2, dan Kartika 3. Di antara ketiganya, Kelompok Tani Kartika 2 berlokasi di wilayah barat Dusun Krajan dan memiliki sekitar 50 anggota aktif.
Selain lahan pertanian produktif, Desa Taji juga dikelilingi oleh hutan milik Perhutani seluas kurang lebih 300 hektare, di mana 50 hektare di antaranya dikelola oleh Kelompok Tani Kartika 2.
Sejak zaman penjajahan Belanda, masyarakat Taji sudah dikenal sebagai pengelola hutan rakyat yang menanam kopi di sela-sela pohon hutan. Bahkan pada era 1990-an, Desa Taji sempat menjadi sentra penghasil kopi terbesar di Kabupaten Malang, dengan hasil panen kopi basah mencapai 30 ton per hari — sebuah capaian luar biasa pada masanya.
Namun, pada awal tahun 2000-an, terjadi alih fungsi lahan hutan kopi menjadi lahan hortikultura dan tanaman umbi-umbian, akibat salah tafsir terhadap kebijakan Presiden Abdurrahman Wahid yang menyebutkan bahwa “hutan adalah milik rakyat.”
Meski begitu, potensi perkebunan kopi Taji Jabung hingga kini tetap diakui oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, terutama karena kondisi tanah di lereng Gunung Bromo–Lawangan yang sangat cocok untuk pengembangan tanaman kopi arabika dan robusta.
Dengan potensi alam yang luar biasa dan masyarakat yang tetap menjaga semangat bertani, Desa Taji Jabung berpeluang besar untuk kembali bangkit sebagai desa agrowisata kopi dan hortikultura unggulan di Kabupaten Malang.

Sekilas Tentang Desa Sukolilo

Desa Sukolilo adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Desa ini terkenal sebagai kawasan yang subur dengan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama, pendidikan, serta tradisi gotong royong. Selain menjadi desa agraris, Sukolilo juga dikenal sebagai basis pondok pesantren dan pusat pendidikan di wilayah Jabung.

https://www.kampungadat.com/2025/10/profil-desa-sukolilo-kecamatan-jabung-kabupaten-malang.html

Dengan lingkungan pedesaan yang asri, udara sejuk, serta masyarakat yang religius, Desa Sukolilo Kecamatan Jabung menjadi salah satu desa yang berkembang pesat baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun pendidikan.

Letak Geografis dan Batas Wilayah

Secara geografis, Desa Sukolilo terletak di wilayah strategis dengan batas-batas:

  • Utara : Desa Sidomulyo (Kecamatan Jabung)
  • Timur : Desa Sukopuro (Kecamatan Jabung)
  • Selatan : Desa Sukoanyar (Kecamatan Pakis)
  • Barat : Desa Sumberpasir (Kecamatan Pakis)

Lokasi ini menjadikan Desa Sukolilo mudah dijangkau sekaligus menjadi penghubung antar desa di Kecamatan Jabung.

Dusun di Desa Sukolilo

Desa Sukolilo terbagi ke dalam beberapa dusun dengan karakteristik yang berbeda, yaitu:

  1. Dusun Mbendo – kawasan pertanian subur dengan mayoritas masyarakat sebagai petani.
  2. Dusun Kampung Anyar – pemukiman yang terus berkembang dan menjadi pusat aktivitas masyarakat.
  3. Dusun Gandon Barat – identik dengan lahan persawahan dan tradisi gotong royong yang kuat.
  4. Dusun Gandon Timur – dikenal dengan kehidupan masyarakat religius dan berbagai kegiatan keagamaan.

Keempat dusun di Sukolilo ini saling melengkapi dan menjadi penopang utama kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Basis Pondok Pesantren dan Pendidikan

Salah satu keunggulan Desa Sukolilo Jabung Malang adalah adanya pondok pesantren yang menjadi pusat pendidikan agama Islam. Banyak santri dari berbagai daerah menimba ilmu di pesantren-pesantren Sukolilo, menjadikannya desa religius dan berkarakter Islami kuat.

Selain pendidikan nonformal, fasilitas pendidikan formal di Desa Sukolilo juga lengkap, mulai dari Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA/SMK, hingga akses ke Perguruan Tinggi. Hal ini menjadikan Sukolilo sebagai desa yang berorientasi pada kemajuan pendidikan.

Potensi Desa Sukolilo

  1. Pertanian dan Perkebunan – sebagai mata pencaharian utama warga.

  2. Peternakan – pengembangan ternak kambing, dan unggas.

  3. Pendidikan dan Pesantren – menjadikan Sukolilo sebagai pusat pendidikan Islam di Jabung.

  4. Budaya dan Tradisi – seni, budaya lokal, serta kegiatan religius yang masih terjaga.

Visi dan Harapan

Desa Sukolilo memiliki visi menjadi desa religius, mandiri, dan sejahtera, dengan mengoptimalkan potensi lokal di bidang pertanian dan pendidikan, sekaligus menjaga kearifan budaya masyarakat.

Kecamatan Jabung merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, yang terdiri dari 15 desa dengan puluhan dusun atau dukuh yang memiliki keunikan masing-masing. Wilayah ini terkenal dengan kekayaan alam, budaya, serta potensi pertanian dan wisata desa.
https://www.kampungadat.com/2025/10/daftar-desa-dan-dusun-di-kecamatan-jabung-kabupaten-malang.html

๐Ÿ“ 1. Desa Argosari
Dusun: Bendrong, Gentong, Pateguhan
๐Ÿ“ 2. Desa Gadingkembar
Dusun: Gading, Gasek Kulon, Gasek Wetan
๐Ÿ“ 3. Desa Gunung Jati
Dusun: Krajan, Jatiarjo (Rekesan)
๐Ÿ“ 4. Desa Jabung
Dusun: Krajan, Boro Jabung, Boro Oyot, Gunung Kunci, Mindi, Umpak
๐Ÿ“ 5. Desa Kemantren
Dusun: Alas Kulak, Boro Mantren, Kuto Bedah, Putukrejo
๐Ÿ“ 6. Desa Kemiri
Dusun: Krajan, Gondang, Karanglo, Krisik, Lemahbang, Magersari, Tengo
๐Ÿ“ 7. Desa Kenongo
Dusun: Kenongo, Precet
๐Ÿ“ 8. Desa Ngadirejo
Dusun: Bendolawang, Kampung Anyar
๐Ÿ“ 9. Desa Pandansari Lor
Dusun: Begawan, Kedawung, Mbayang, Tegir
๐Ÿ“ 10. Desa Sidomulyo
Dusun: Bali, Bareng, Jilu, Mangunrejo, Sumber Kreco, Tebelo
๐Ÿ“ 11. Desa Sidorejo
Dusun: Dumpul, Glongsor, Konang, Melo’an
๐Ÿ“ 12. Desa Slamparejo
Dusun: Krajan, Busu
๐Ÿ“ 13. Desa Sukolilo
Dusun: Bendo, Baran Bendo, Gandon Barat, Gandon Timur, Gedangan, Kampung Anyar
๐Ÿ“ 14. Desa Sukopuro
Dusun: Loring, Karangrejo (Kodok), Kepuh (Bayung), Pandanrejo (Cincing), Sumberpitu
๐Ÿ“ 15. Desa Taji
Dusun: Krajan, Umbutlegi

๐ŸŒฟ Potensi dan Keunikan Kecamatan Jabung

  • Pertanian dan perkebunan (sayuran, tebu, kopi, dan buah-buahan)
  • Wisata alam dan desa, seperti Coban Jahe dan wisata edukasi pertanian
  • Tradisi dan budaya lokal seperti Bantengan dan kegiatan adat desa

๐Ÿ” Meta Deskripsi (SEO)
๐Ÿ”‘ Kata Kunci SEO:
  • daftar desa di Kecamatan Jabung
  • dusun di Kecamatan Jabung
  • profil desa Kabupaten Malang
  • potensi desa Jabung Malang
wilayah administrasi Jabung Selain memiliki 15 desa dan puluhan dusun, Kecamatan Jabung dikenal dengan potensi:

Daftar lengkap 15 desa dan dusun di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Temukan informasi wilayah, potensi desa, dan keunikan tiap dusun di Jabung Malang.